Pengalaman Mencari Kerja Sesudah Lulus Sekolah

Pengalaman Mencari Kerja Setelah Lulus Sekolah Pengalaman Mencari Kerja Setelah Lulus Sekolah
Mencari kerja merupakan suatu insiden 🙂 (maksudnya pengalaman) yang pernah aku (Admin Blog) alami. Yah meski memang berdasarkan aku pengalaman mencari pekerjaan itu terasa penuh perjuangan. Bagaimana tidak? Kaprikornus ketika itu aku gres saja lulus dari Sekolah Menengah kejuruan dan memutuskan untuk melanjutkan ke dunia pekerjaan, di mana banyak hal yang harus aku lalui (saat ini alhamdulillah aku sudah mempunyai pekerjaan), mulai dari sulitnya mendapat info lowongan kerja yang cocok dengan apa yang aku inginkan, kemudian ketidak tahuan aku perihal bagaimana aku harus mempersiapkan segala yang dibutuhkan, hingga mencoba menitipkan atau mengirim lamaran pekerjaan ke perusahaan-perusahaan yang sebagiannya belum aku kenal dan ketahui letak lokasinya dimana.

Mempersiapkan lamaran kerja


Dengan bermodalkan info dari orang-orang terdekat dan tentunya juga melalui internet (dengan searching tentunya), maka aku pun mencoba mempersiapkan hal apa yang pertama-tama aku butuhkan untuk melamar pekerjaan sesuai dengan info yang aku dapat, ibarat surat lamaran kerja, pas photo, photo copy KTP, photo copy ijazah SMA/SMK, daftar riwayat hidup atau CV (Curriculum Vitae) dan photo copy SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian). Itu semua aku buat menjadi beberapa lembar dengan amplop khusus yang biasa dipakai untuk melamar kerja (untuk nantinya dipakai ke perusahaan atau daerah bekerja yang membuka lowongan pekerjaan).

Ketika aku mendapat info lowongan kerja yang menarik yang tentunya jenis pekerjaannya aku anggap baik dan tidak ada unsur pekerjaan yang haram berdasarkan sudut pandang agama saya, maka aku pun coba melamar menuju ke daerah tersebut dan biasanya menitipkan lamaran kepada satpam penjaganya.

Bekerja untuk pertama kalinya

Karena seringkali aku tidak kunjung mendapat panggilan dari lamaran-lamaran yang telah aku titip atau kirimkan ke tempat-tempat yang membuka lowongan pekerjaan, maka aku pun pergi ke luar kota, yakni di Jakarta untuk memenuhi saran dari abang aku yang juga tinggal di sana supaya aku bekerja di sebuah restoran yang ada di kota tersebut dan aku sanggup pribadi bekerja di sana tanpa surat lamaran (karena restoran tersebut dikelola oleh paman dari abang ipar saya).

Namun, hal itu tidak berlangsung lama, yakni hanya berlangsung sekitar 2 mingguan saja aku bekerja di sana alasannya alasan-alasan tertentu yang menciptakan aku memutuskan untuk kembali lagi ke daerah asal aku dan merencanakan untuk mencari pekerjaan lagi di kota asal aku tersebut, sehingga aku pun kembali lagi ke kota daerah asal saya.

Mencari pekerjaan kembali


Setelah hingga kembali, beberapa hari kemudiannya aku pun pribadi mencoba lagi melamar-melamar dan hampir saja pada suatu ketika aku sanggup bekerja di sebuah pabrik yang cukup besar dan lokasinya berada di sentra kota asal saya, setelah sebelumnya aku berhasil lolos tes dari pabrik tersebut, yakni dengan harus memenuhi dan berhasil melalui syarat standar (seperti tinggi badan, batasan minimal dan maksimal usia) dan juga lain-lainnya.

Naas, padahal telah diberi cita-cita oleh pihak HRD (personalia) dari pabrik tersebut, bahwasannya pada ketika itu aku hanya tinggal menunggu panggilan untuk wawancara kerja saja, namun takdir berkata untuk aku tidak akan bekerja di sana pada ketika itu alasannya pihak pabrik tidak kunjung juga melaksanakan panggilan kepada aku via SMS maupun telepon.

Kemudian setelah beberapa ketika setelahnya aku pun pernah bekerja di sebuah program pernikahan, hanya membantu-bantu saja selama sekitar 8 jam kerja, itu pun tidak terlalu banyak bekerja, namun aku mendapat bayaran yang lumayan, yakni rp. 100.000.

Akan tetapi pekerjaan itu hanya berlangsung sesaat (hanya sekali dan hari itu saja). Lalu aku pun pernah (yah sanggup dibilang) tertipu di sebuah perusahaan abal-abal yang (sepertinya) bergerak di bidang MLM, sehingga uang aku pun terkuras rp. 100.000. Apalah daya, pada ketika itu aku masih agak polos dan juga kurang mengetahui perihal dunia di bidang pekerjaan.

Namun alhamdulillah (segala puji bagi Allah) pada akhirnya, setelah mengalami banyak sekali hal yang telah aku ceritakan di atas dan tengah lewat sekitar 6 bulan dari waktu aku lulus sekolah, aku pun jadinya berhasil mendapat pekerjaan setelah mengikuti tes dan menunggu proses panggilan kerjanya yang hampir 1 bulan lamanya. 

Saya mendapat pekerjaan sebagai pramuniaga atau service crew di sebuah perusahaan retail, yakni di mini market yang merupakan anak dari supermarket dari perusahaan retail tersebut. 

Meski ada hal yang tidak atau kurang sejalan dengan fatwa aku ketika bekerja di mini market tersebut, akan tetapi aku tetap berusaha mengambil hal-hal baik atau positifnya dari pekerjaan aku tersebut dan memikirkan untuk mendapat sesuatu yang lebih baik lagi kedepannya bagi diri aku pribadi, khususnya bagi agama saya, yakni Islam.

Nah, itulah artikel perihal “Pengalaman Mencari Kerja Setelah Lulus Sekolah”. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, sanggup menghubungi Admin di sajian yang telah tersedia 🙂 Semoga artikel ini bermanfaat dan sanggup membawa efek yang baik.

“Gambar di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari banyak sekali sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu berguru untuk mengambil sisi positifnya ya sob!”

Kata kunci terkait pada artikel ini:

Kisah konkret dalam mencari pekerjaan sehabis lulus dari SMK